SEKOLAH DAN CITA-CITA LUHUR PENDIDIKAN

Jum`at, 13 Februari 2009 12:09:04 - oleh : anton

Sekolah masih dipahami sebagai tempat untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Seharusnya sekolah tidak hanya tempat untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya tetapi menciptakan manusia yang berprilaku manusiawi dan lebih peduli pada sesamanya. Di sinilah letak peranan penting sekolah untuk mewujudkannya. Namun untuk mencapai cita-cita luhur itu dibutuhkan kerja keras.

Secara sederhana sekolah dipahami sebagai tempat untuk mencari ilmu. Karena itu tidak heran, kalau setiap sekolah dilengkapi dengan segala macam fasilitas yang menunjang proses belajar siswa mulai dari perangkat mengajar, AC, Komputer dan lain sebagainya. Tentu diharapkan dengan sarana (para guru, karyawan) tersebut para siswa dapat dengan mudah memahami dan menyerap ilmu pengetahuan yang diberikan oleh para guru. Tetapi perlu diingat juga sekolah bukan hanya sebuah tempat untuk memperoleh pengetahuan atau agar anak menjadi pandai secara ilmu pengetahun tetapi jauh lebih penting dari itu adalah sekolah sebagai wadah bagi guru dan siswa untuk sama-sama belajar. Belajar dalam artian ini menurut McConnel dalam bukunya Educational Psychology, belajar berarti “learning is the modification of behavior through experience an training .....in refering to learning as modification of behavior, or changes in performance, one include not only over action ……But also such mental processes as thinking and imaging” (Belajar adalah pemodifikasian tingkah laku melalui pengalaman dan latihan…..dalam mengartikan belajar sebagai pemodifikasian tingkah laku, atau perubahan tindak tanduk, seseorang tidak hanya melakukan tindakan-tindakan luar yang nampak oleh mata ……tetapi juga melakukan tindakan-tindakan dalam seperti berpikir dan berimajinasi). Jadi dalam pengertian belajar tersebut ada hubungan antara perubahan tingkah laku dan pemodifikasian tingkah laku yang baru. Kedua konsep tersebut dapat diartikan sebagai hasil dari belajar. Tingkah laku yang baru merupakan hasil dari pemodifikasian tingkah laku yang lama sehingga tingkah laku yang lama berubah menjadi tingkah laku yang lebih baik. Tentu saja perubahan tingkah laku itu harus melalui suatu pengalaman dan latihan terus menerus. Inilah cita-cita luhur pendidikan mengubah cara berpikir, sikap, cara hidup yang lama menjadi baru, lebih baik. Atau dengan kata lain menciptakan manusia yang lebih cerdas dan manusiawi, yang berpegang pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, kerendahan hati dan peduli pada sesamanya. Sehingga ketika mereka terjun ke masyarakat mereka tidak mengikuti arus zaman tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan dan memperjuangkannya.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan menjadi sarana untuk mewujudkan cita-cita luhur itu. Hal ini memang tidak mudah karena butuh kerja keras dan proses belajar yang cukup lama. Di sinilah letak peranan sekolah dan para guru. Sekolah dan guru diharapkan bisa menjadi tolak ukur bagi terbentuknya manusia-manusia yang pandai, cerdas dan terlebih lagi berprilaku manusiawi. Oleh sebab itu, sekolah dan guru dapat menjadi suri teladan bagi anak didiknya bukan sebagai momok yang ditakuti oleh anak-anak. Proses ini dimulai dari tingkat paling bawah yaitu TK sampai pada perguruan tinggi. Kalau ini bisa berjalan kiranya bangsa kita bisa lebih maju lagi karena dipimpin oleh orang-orang yang cerdas dan berprilaku manusiawi.

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya