Mengembangkan Kreativitas Anak
Cara guru mengajar dan mendidik siswanya dengan mengabaikan
perkembangan imajinasi dan kreativitas anak justru telah membuat
"gembok" dalam otak belahan kanan anak-anak. Gembok itu harus segera
dibuka sehingga perkembangan otak kanan anak Indonesia bisa seimbang
dengan otak kirinya. Cara untuk membuka gembok itu antara lain dengan
memberikan latihan kepada anak lewat kegiatan pengamatan, interpretasi,
ramalan, dan eksperimen atau penerapan teori.
Psikolog Prof Dr Conny
Semiawan menyatakan itu dalam seminar "Kiat Menggali Potensi Anak:
Kompromi Antara Ambisi Orangtua Vs Kapasitas Anak" yang diadakan
Persatuan Orangtua Murid dan Guru TK Lab School Jakarta, Sabtu (2/10).
Melengkapi uraian mantan Rektor IKIP Jakarta itu, panitia menampilkan
pula psikolog Elly Risman, pemilik Yayasan Kita dan Buah Hati Jakarta.
Conny
lalu memberi contoh sikap guru yang mengunci kreativitas dan imajinasi
anak. Mereka memberi soal yang punya lebih dari satu jawaban, tetapi
ketika siswa memberi jawaban tak sama dengan keinginan guru, jawaban
itu dianggap salah. Padahal, fungsi belahan otak kanan adalah berpikir
divergen yang menuntut lebih dari satu jawaban benar terhadap masalah
multidimensial. Sementara belahan otak kiri lebih banyak merespons hal
bersifat linear, logis dan teratur.
"Cucu saya mendapat pertanyaan:
Ayah bekerja di kantor, ibu ? hm-hm-hm. Dijawabnya, ibu juga bekerja di
kantor, tetapi gurunya menyatakan jawaban itu salah. Menurut gurunya,
ibu memasak di rumah. Cucu saya bilang, ibu saya tidak memasak, karena
itu mereka rantangan...," ujar Conny membuat peserta seminar yang
terdiri atas para orangtua dan guru anggota POMG tertawa.
Pola
mengajar dan mendidik seperti itu harus berubah dengan lebih banyak
mengajak anak mengamati untuk membuat perbandingan, interpretasi untuk
menemukan maksud dan hubungannya, serta menyarankan kemungkinan
alternatif penemuan jawaban serta kesimpulan. Kegiatan lain, ramalan
untuk melatih penalaran dari pengamatan dan menyimpulan dari pengamatan
dan interpretasi, sedangkan eksperimen untuk melatih perencanaan
pengamatan dari penerapan teori sampai menguraikan kesimpulannya.
Diingatkan pula agar orangtua tak menjejali anak dengan bermacam les
atau memaksakan masuk kelas akselerasi sehingga mereka kehilangan masa
bermainnya.
Sumber : Kompa
Visitors :28902 Org
Hits : 164388 hits
Month : 851 Users
