
Bulan April 2026 menjadi momentum yang penuh warna bagi siswa-siswi kelas 6 SD Katolik Santo Xaverius Surabaya. Bukan sekadar ujian di atas kertas, para siswa diajak untuk mengeksplorasi seluruh potensi diri melalui rangkaian Ujian Praktik dan Unjuk Kerja dan Karya (UKK) yang komprehensif, kreatif, dan bermakna. Rangkaian ujian diawali dengan penguatan aspek spiritualitas melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Dalam suasana yang khidmat, para siswa melaksanakan praktik doa Rosario berkelompok. Kegiatan ini melatih kerja sama sekaligus memperdalam devosi kepada Bunda Maria, menciptakan harmoni dalam kebersamaan iman.
Keseimbangan antara jiwa dan raga pun tampak nyata dalam ujian PJOK. Lapangan sekolah menjadi saksi semangat siswa saat mempraktikkan materi kebugaran jasmani dan ketangkasan senam lantai. Tidak hanya fisik yang diuji, tetapi juga kedisiplinan dan keberanian dalam melakukan setiap gerakan.
Di sisi lain, tantangan era digital dijawab melalui ujian Bahasa Inggris dan TIK. Siswa tampil percaya diri di depan mikrofon layaknya penyiar profesional dalam sesi Podcast, mengasah kemampuan berbicara (speaking) dengan cara yang modern. Sementara itu, pada mapel TIK, kemahiran mengoperasikan Microsoft Word dan PowerPoint menjadi bukti kesiapan mereka menghadapi dunia pendidikan yang semakin melek teknologi. Tak ketinggalan, keunikan budaya pun tetap terjaga melalui ujian Bahasa Mandarin, di mana siswa melantunkan bait-bait puisi Mandarin dengan intonasi dan pelafalan yang apik.
Puncak dari rangkaian evaluasi ini adalah presentasi Unjuk Kerja dan Karya (UKK) yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran, mulai dari Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, IPAS, Matematika, Seni Rupa, hingga Bahasa Jawa. Mengusung tema besar “Memupuk Jiwa Entrepreneur melalui Minuman Tradisional Bergaya Modern”, para siswa bertransformasi menjadi pengusaha muda yang inovatif.
Dalam proyek ini, siswa tidak hanya belajar cara membuat minuman tradisional seperti sinom, cincau, cendol, tahwa dan ronde, tetapi juga melakukan riset dan inovasi:
IPAS & Matematika: Siswa menghitung komposisi bahan yang tepat dan menghitung biaya produksi serta harga jual untuk mendapatkan keuntungan.
Seni Rupa: Kreativitas dituangkan dalam desain kemasan yang menarik dan kekinian agar minuman tradisional dapat bersaing di pasar modern.
Pendidikan Pancasila & Bahasa Indonesia: Siswa belajar bekerja sama dalam tim dan mempresentasikan ide bisnis mereka dengan bahasa yang komunikatif dan meyakinkan.
Bahasa Jawa: Sebagai bentuk pelestarian budaya, siswa juga tetap menyisipkan unsur lokal dan pemahaman filosofis dari minuman tradisional yang mereka olah.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang April 2026 ini bukan sekadar syarat kelulusan. Melalui perpaduan antara doa, olahraga, teknologi, bahasa, dan kewirausahaan, SD Katolik Santo Xaverius Surabaya berhasil menciptakan wadah bagi siswa untuk belajar secara holistik.
Para lulusan kelas 6 ini tidak hanya pergi membawa nilai, tetapi juga pengalaman nyata bahwa tradisi seperti minuman tradisional dapat tetap relevan dan memiliki nilai ekonomi tinggi jika disentuh dengan inovasi. Semangat entrepreneurship dan karakter yang kuat inilah yang menjadi bekal berharga bagi mereka untuk melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Link Foto : https://drive.google.com/drive/folders/1_XHKbCfcce1_1PpPVwd44R7MERv7IVh2?usp=sharing
Dokumentasi Kegiatan Ujian Praktik Agama Katolik


Dokumentasi Kegiatan Ujian Praktik Bahasa Inggris


Dokumentasi Kegiatan Ujian Praktik PJOK


Dokumentasi Kegiatan Ujian Praktik TIK


Dokumentasi Kegiatan Ujian Praktik Bahasa Mandarin


Dokumentasi Kegiatan Ujian UKK










