
Bulan Maret dan April 2026 menjadi momentum krusial bagi murid kelas 6 SD Katolik Santo Xaverius Surabaya. Sebagai gerbang penentu menuju jenjang pendidikan menengah, sekolah yang berlokasi di jantung kota Surabaya ini telah menyusun agenda komprehensif untuk pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai pemenuhan administrasi kelulusan, melainkan sebagai tolok ukur kualitas pendidikan dan penguasaan konsep berpikir kritis yang telah ditanamkan selama enam tahun masa belajar.
Sekolah menyadari bahwa kesiapan mental sama pentingnya dengan kesiapan materi. Oleh karena itu, rangkaian kegiatan TKA dibagi menjadi tiga fase utama:
1. Fase Pengenalan: Simulasi (4 – 5 Maret 2026)
Pada tahap awal ini, murid diajak untuk beradaptasi dengan platform ujian digital. Simulasi ini bertujuan untuk menghilangkan menguji sarana sekolah yang meliputi perangkat komputer dan jaringan internet. Tidak hanya itu, simulasi juga mengidentifikasi tingkat kecemasan teknis, seperti cara log-in, navigasi antarmuka soal, hingga manajemen waktu per soal.
2. Fase Pemantapan: Gladi Bersih (11 – 12 Maret 2026)
Bagi murid, ini adalah momen untuk merasakan atmosfer ujian yang sesungguhnya agar mereka lebih tenang saat hari pelaksanaan tiba.
3. Fase Penentu: Pelaksanaan TKA (22 – 23 April 2026)
Inilah puncak dari seluruh rangkaian TKA. Dilaksanakan setelah hari raya Paskah, momentum ini diharapkan membawa semangat kebangkitan dan ketekunan baru bagi para murid untuk memberikan hasil terbaik mereka.
TKA 2026 di SD Katolik Santo Xaverius fokus pada dua kompetensi dasar yang menjadi standar pendidikan modern:
- Hari Pertama: Numerasi Ujian numerasi tidak lagi hanya berisi soal hitung-hitungan kering. Murid akan dihadapkan pada konteks logika matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membaca grafik, menghitung estimasi kebutuhan, hingga memecahkan masalah spasial. Hal ini bertujuan membentuk pola pikir yang sistematis dan terstruktur.
- Hari Kedua: Literasi Fokus hari kedua adalah kemampuan membaca yang mendalam (deep reading). Murid diuji untuk mampu menyaring fakta dari opini, memahami pesan tersirat dalam teks narasi, serta menganalisis informasi dari teks informatif. Kemampuan literasi yang baik adalah bekal utama agar siswa tidak mudah terpapar disinformasi di masa depan.
SD Katolik Santo Xaverius menekankan bahwa keberhasilan TKA adalah hasil kerja sama segitiga emas: Guru, Siswa, dan Orang Tua. Guru-guru kelas 6 telah memberikan pengayaan materi secara intensif, sementara sekolah menyediakan fasilitas laboratorium komputer yang memadai.
Namun, dukungan emosional dari orang tua tetap menjadi faktor penentu. Sekolah menghimbau agar orang tua menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah, memastikan asupan nutrisi yang cukup, dan memberikan motivasi positif agar murid tidak merasa terbebani secara psikologis.
Keluarga besar SD Katolik Santo Xaverius Surabaya berharap agar seluruh siswa kelas 6 mendapatkan hasil yang terbaik dalam TKA ini dengan penuh kejujuran dan integritas. Melalui semangat pelindung sekolah, Santo Fransiskus Xaverius, diharapkan para murid mampu memancarkan terang kecerdasan dan karakter yang luhur.
Selamat berjuang, Xaverian Muda! Raih prestasimu untuk kemuliaan Tuhan yang lebih besar
Dokumentasi Kegiatan Simulasi TKA ( 4-5 Maret 2026 )




Dokumentasi Kegiatan Gladi Bersih TKA ( 11-12 Maret 2026 )




Dokumentasi Kegiatan TKA ( 22-23 April 2026 )




