BERSAMA YESUS, AKU BERTUMBUH DALAM IMAN DAN KASIH

Pagi itu, anak-anak kelas 5 SD berangkat menuju Pohsarang dengan hati penuh semangat. Sesampainya di sana, mereka mengikuti jalan salib dengan berjalan bersama, merenungkan kisah sengsara Yesus dari perhentian demi perhentian. Langkah yang awalnya terasa ringan perlahan membuat mereka lelah, tetapi mereka belajar bahwa mengikuti Yesus memang membutuhkan ketekunan dan keberanian.

Setelah itu, mereka berziarah ke Gua Maria. Dalam suasana hening, anak-anak berdoa kepada Bunda Maria, menyampaikan rasa syukur, harapan, serta doa bagi keluarga dan orang-orang yang mereka kasihi. Di tempat yang indah dan tenang itu, mereka mulai menyadari bahwa iman bukan hanya tentang mengetahui banyak hal tentang Tuhan, tetapi tentang semakin dekat kepada-Nya dan percaya bahwa Yesus selalu menyertai perjalanan hidup mereka.

Kegiatan semakin meriah ketika mereka mengikuti dinamika kelompok dan bekerja sama menyelesaikan berbagai tantangan. Ada yang tertawa, ada yang berbeda pendapat, bahkan ada yang sempat kecewa, tetapi semuanya belajar untuk saling mendengarkan, membantu, dan memaafkan. Saat presentasi kelompok, mereka berani tampil dan menghargai pendapat teman. Dalam refleksi, mereka diajak menyadari bahwa kasih kepada Yesus harus tampak dalam kasih kepada orang tua dan teman-teman. Mereka belajar bahwa mencintai orang tua berarti menghormati, membantu, dan berterima kasih atas pengorbanan mereka; sedangkan mencintai teman berarti mau berbagi, menolong, tidak mengejek, dan berani meminta maaf. Hari itu di Pohsarang menjadi pengalaman yang tidak terlupakan: mereka pulang bukan hanya membawa kenangan, tetapi juga sebuah tekad baru bersama Yesus, aku mau bertumbuh dalam iman dan kasih, menjadi anak yang semakin baik bagi keluarga, teman, Gereja, dan sesama.

oplus_2
oplus_2
oplus_2
oplus_2
oplus_2
oplus_34
oplus_34
oplus_2