Meneguhkan Identitas dan Kualitas : Workshop Strategis SD Katolik Santo Xaverius Surabaya bersama Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.H., M.A.P., M.Ak., M.P.

Dalam upaya terus meningkatkan mutu pendidikan dan relevansi institusi di era transformasi digital, SD Katolik Santo Xaverius Surabaya menggelar workshop intensif selama tiga hari penuh, terhitung sejak tanggal 5 – 7 Februari 2026. Kegiatan yang bertempat di sekolah ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru dan karyawan dengan penuh antusias.

Workshop ini menjadi sangat istimewa karena menghadirkan Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.H., M.A.P., M.Ak., M.P. Rektor Universitas Katolik Widya Karya Malang dan juga Dosen Universitas Wisnuwardana Malang, sebagai narasumber utama yang memberikan wawasan teoretis sekaligus praktis.

Agenda hari pertama dibuka dengan sesi yang sangat fundamental, yakni penyusunan revisi visi dan misi sekolah. Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.H., M.A.P., M.Ak., M.P. menekankan bahwa sebuah institusi pendidikan harus memiliki “jiwa” yang selaras dengan perkembangan zaman serta regulasi terbaru tanpa meninggalkan identitas dasarnya sebagai sekolah Katolik. Proses revisi ini melibatkan diskusi kelompok antara guru dan karyawan untuk membedah tantangan masa depan dan merumuskan kembali cita-cita luhur sekolah. Hal ini dilakukan agar seluruh perangkat sekolah memiliki arah gerak yang sama dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Memasuki hari kedua, fokus beralih pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan Deep Learning. Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.H., M.A.P., M.Ak., M.P. menjelaskan bahwa murid tidak lagi sekadar membutuhkan hafalan, melainkan kedalaman pemahaman. Melalui Deep Learning, para guru diajak untuk merancang proses pembelajaran yang mendorong murid untuk berpikir kritis, berefleksi, dan mampu mengaplikasikan ilmu dalam konteks nyata. Sesi ini diwarnai dengan micro teaching cara penyusunan PPM yang interaktif, di mana para guru ditantang untuk menciptakan suasana kelas yang lebih bermakna dan berpusat pada murid. Deep Learning menekankan pada tiga aspek utama: keterlibatan aktif siswa, pemahaman konsep yang mendalam, dan kemampuan siswa untuk menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata. Para guru diajak untuk mendesain kurikulum yang tidak hanya membuat murid tahu, tetapi membuat siswa memahami makna dan tujuan dari ilmu yang mereka pelajari..

Aspek yang tak kalah penting dalam workshop di hari terakhir adalah persiapan akreditasi sekolah. Sebagai lembaga yang berkomitmen pada standar mutu, SD Katolik Santo Xaverius Surabaya memandang akreditasi bukan sekadar pengumpulan berkas administratif, melainkan potret nyata kualitas layanan pendidikan. Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd., M.M., M.H., M.A.P., M.Ak., M.P. memberikan arahan dan pemdampingan strategis mengenai pemenuhan instrumen akreditasi terbaru, menekankan pentingnya dokumentasi yang otentik dan sistem penjaminan mutu internal yang konsisten dijalankan oleh seluruh staf, baik pengajar maupun karyawan pendukung.

Melalui workshop ini, SD Katolik Santo Xaverius Surabaya tidak hanya berhasil merumuskan visi dan misi yang lebih segar, tetapi juga memperkuat kompetensi guru dalam metode pembelajaran modern. Kesiapan mental dan dokumen untuk menghadapi akreditasi pun kini jauh lebih matang. Semangat “Xaverian” yang berkobar selama kegiatan diharapkan dapat menjadi energi positif yang dirasakan langsung oleh para murid dan orang tua saat proses belajar mengajar kembali berjalan. Dengan langkah-langkah strategis ini, SD Katolik Santo Xaverius Surabaya optimistis dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang terpercaya dan unggul di Surabaya. ( H )