Studi Budaya Siswa Kelas VI 2026 SD Katolik Santo Xaverius Surabaya : Belajar Sejarah, Budaya, dan Kebersamaan di Semarang dan Yogyakarta

Sebagai bagian dari pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata di luar kelas, siswa kelas VI SD Katolik Santo Xaverius Surabaya mengikuti kegiatan Studi Budaya yang dilaksanakan pada tanggal 26–28 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan sekolah untuk memperluas wawasan peserta didik mengenai sejarah, budaya, keberagaman, serta kekayaan alam Indonesia. Dengan tujuan utama ke Semarang dan Yogyakarta, para siswa diajak untuk belajar secara langsung melalui berbagai kunjungan edukatif yang menarik dan berkesan.

Dengan didampingi oleh Mister Hendric, Bu Henny, Pak Anton, Pak Riki, dan Frater Gilbert, BHK – serta beberapa orang tua murid yang turut memberikan dukungan, rombongan bertolak dari Surabaya dengan satu armada bus dan hiace. Perjalanan dimulai pada Selasa, 26 Mei 2026, dengan semangat dan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Goa Maria Sambikerep di Ambarawa. Di tempat yang penuh suasana damai ini, para siswa diajak untuk menghayati nilai-nilai spiritual, rasa syukur, serta pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama. Kegiatan ini menjadi awal yang baik sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai lokasi berikutnya.Sebagai pelengkap manis perjalanan, anak-anak juga tidak melewatkan kesempatan untuk berburu oleh-oleh khas Semarang dan Yogyakarta seperti bakpia.

Dalam perjalanan, siswa singgah di kawasan wisata Kampung Rawa Pening yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan suasana pedesaan yang asri. Di tempat ini, para siswa dapat menikmati keindahan danau serta belajar mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda terhadap alam. Setelah itu, rombongan menuju kawasan Kota Lama Semarang yang terkenal dengan bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial Belanda. Para siswa dapat menyaksikan secara langsung keindahan arsitektur bersejarah yang masih terawat dengan baik hingga saat ini. Perjalanan edukatif berlanjut ke Lawang Sewu, salah satu ikon sejarah Kota Semarang. Bangunan megah yang memiliki banyak pintu dan jendela ini memberikan pengalaman menarik bagi para siswa untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Mereka mendengarkan kisah-kisah sejarah yang terjadi di tempat tersebut sekaligus memahami pentingnya menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Pada hari kedua, rombongan mengunjungi Klenteng Sam Poo Kong, sebuah tempat ibadah yang menjadi simbol keberagaman budaya dan toleransi di Indonesia. Di lokasi ini, siswa belajar tentang perjalanan Laksamana Cheng Ho serta akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang berkembang di Semarang. Kunjungan ini memberikan pemahaman bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dihormati bersama. Sesampainya di Yogyakarta, rombongan menikmati suasana khas Malioboro yang menjadi pusat kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat. Para siswa melihat secara langsung kehidupan masyarakat Yogyakarta yang kaya akan tradisi dan keramahan. Selain itu, mereka juga berkesempatan membeli berbagai cendera mata khas daerah sebagai kenang-kenangan dari perjalanan studi budaya ini.

Pengalaman yang paling menantang sekaligus menyenangkan dirasakan pada hari ketiga saat mengikuti Lava Jeep Tour Merapi. Dengan menggunakan kendaraan jeep, para siswa menjelajahi kawasan yang terdampak erupsi Gunung Merapi. Melalui kegiatan ini, mereka belajar mengenai fenomena alam, mitigasi bencana, serta semangat masyarakat sekitar dalam bangkit dan membangun kembali kehidupan setelah menghadapi bencana alam. Perjalanan semakin lengkap dengan kunjungan ke Pantai Parangtritis, salah satu pantai paling terkenal di Yogyakarta. Hamparan pasir yang luas, deburan ombak Samudra Hindia, serta pemandangan matahari yang memukau memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh peserta. Selain menikmati keindahan alam, siswa juga memperoleh pengetahuan mengenai kondisi geografis wilayah pesisir dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai.

Selama tiga hari pelaksanaan Studi Budaya, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang sejarah, budaya, alam, dan keberagaman Indonesia, tetapi juga belajar mengenai kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai. Kebersamaan yang terjalin selama perjalanan menjadi pengalaman berharga yang mempererat hubungan antar teman maupun dengan para guru pendamping. Kegiatan Studi Budaya Kelas VI SD Katolik Santo Xaverius Surabaya tahun 2026 ini menjadi sebuah perjalanan pembelajaran yang penuh makna. Melalui kunjungan ke Goa Maria Sambikerep Ambarawa, Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong, Kampung Rawa Pening, Malioboro, Lava Jeep Tour Merapi, dan Pantai Parangtritis, para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung kekayaan budaya, sejarah, dan alam Indonesia. Diharapkan pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperluas wawasan, serta membentuk karakter siswa yang beriman, berbudaya, peduli lingkungan, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas ( Mr H )